Candi Sambisari, Cagar Budaya yang Sempat Terpendam

Cagar Budaya Indonesia
Orang tanpa pengetahuan tentang sejarah masa lalu, asal usul, dan budaya mereka seperti pohon tanpa akar – Marcus Garvey

Cagar Budaya Indonesia : Hallo sobat jalan-jalan, kali ini abang mau cerita nih tentang salah satu Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Sleman. Ngomong-ngomong, sebelum abang cerita panjang lebar tentang cagar budaya, abang mau tanya dulu nih, apa sobat jalan-jalan tau apa itu Cagar Budaya? Wah pasti ada yang sudah tau dan ada yang belum juga yah hehe. Tenang, abang kasih tau yah ...

Sobat jalan-jalan, berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2010, Cagar Budaya adalah Warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya, bagunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya di darat atau di air yang perlu dilestarikan keberadaanya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan melalui proses penetapan. Nah kalau Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia. Nah itu pengertian dari cagar budaya dan benda cagar budaya ya sobat jalan-jalan.

Jika kita berbicara tentang situs sejarah maupun cagar budaya di Kabupaten Sleman sepertinya tidak akan ada habisnya. Bukan hanya terkenal dengan wisata alamnya yang indah, kabupaten yang baru-baru ini meraih Gold Kategori Pariwisata di Indonesia’s Attractiveness Award 2019 juga memiliki wisata sejarah yang wajib diketahui. Siapa yang tidak tahu Candi Prambanan atau Gunung Merapi di Sleman? Pasti semuanya tahu, tapi itu hanya beberapa destinasi yang ada di Kabupaten Sleman. Masih ada banyak destinasi-destinasi unggulan lainnya.







Candi Sambisari, Situs Cagar Budaya yang Sempat Terpendam . Sobat jalan-jalan ada yang pernah ke Candi Sambisari kah? Mungkin ada yang udah pernah ada yang belum yaah hehe . πŸ”Ž Candi Sambisari merupakan Candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang sempat terpendam oleh erupsi Gunung Merapi. Tapi sekarang sudah dipugar. . πŸ“Sesuai dengan namanya, Candi Sambisari ini berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY. Atau 3 km dari Bandara Adisucipto. . πŸ’°Harga Tiket Masuk (HTM) Candi Sambisari adalah Rp. 5000,- untuk Wisatawan Lokal dan Rp. 10.000,- untuk Wisatawan Mancanegara. . ⏰ Candi Sambisari ini mulai buka pukul 08.00 - 17.00 WIB yaah. Dan best time-nya antara 15.00 - 17.00 WIB. Jika cerah sobat jalan-jalan bisa melihat sunset yang cantik dari sini. hihi . ⁉️ Penasaran dengan cerita lengkapnya Candi Sambisari? Tenang, Kalian bisa cek ceritanya di siipuljalanjalan.com yaah πŸ˜„πŸ˜˜ . #candisambisari #candisambisarijogja #candisambisarikalasan #cagarbudayadanmuseum #rawatataumusnah
A post shared by α”•Yα—©Iα–΄α‘Œα’ͺ α—·α”• (@ipulsoedibjoe) on

Seperti destinasi yang akan abang bahas dan juga merupakan salah satu cagar budaya berbentuk candi yang ada di Kabupaten Sleman ini. Nama candinya adalah Candi Sambisari, mungkin sebagian dari sobat jalan-jalan ada yang sudah berkunjung kesini yah dan bisa jadi ada yang masih asing dengan candi ini. Yuk disimak baik-baik ...

Selayang Pandang Candi Sambisari
Cagar Budaya Indonesia
 Candi Sambisari 
Foto : Dokumen Pribadi

Sobat jalan-jalan, Candi Sambisari merupakan salah satu Candi Hindu yang ada di Kabupaten Sleman. Menurut informasi yang abang baca, Candi Sambisari ditemukan pada tahun 1996 oleh seorang petani bernama Karyowinangun yang saat itu sedang mencangkul sawahnya. Saat itu mata cangkul Karyowinangun mengenai bongkahan batu dengan pahatan dipermukaanya. Berita tentang penemuan pada akhirnya terdengar oleh Kantor Arkeologi di Prambanan dan akhirnya area sekitaran candi pun diamankan. 

Infografis Sejarah Candi Sambisari

Menurut informasi, dibutuhkan waktu hampir 21 tahun loh dari 1966 sampai bulan Maret 1987 untuk merampungkan satu bangunan utuh candi. Wow lama banget yah ternyata sobat jalan-jalan. Dilihat dari arsitektur pada bangunanya diperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 812 – 838 M semasa dengan Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan Candi Sojiwan. Karena hingga saat ini belum ada bukti konkrit terkait sejarah pendirian Candi Sambisari.

 Bangunan Candi Sambisari dilihat dari atas
Foto : Dokumen Pribadi 

Ada yang menarik nih Sobat jalan-jalan, biasanyakan kita melihat bangunan candi menjulang gagah keatas yah, nah kalau di Candi Sambisari kita harus menuruni puluhan anak tangga untuk sampai di lokasi. Yaa kira-kira letaknya 6,5 meter lebih rendah dari sekitarnya. Tapi dari atas pun sudah terlihat betapa cantik bangunan Candi Sambisari ini. 

candi sambisari
Penampakan Candi Induk Sambisari
Foto : Dokumen Pribadi

Dari kejauhan sobat jalan-jalan sudah dapat melihat atap candi diantara rerumputan dan dua pagar yang melindungi salah satu bangunan cagar budaya yang ada di Kabupaten Sleman dan masuk kedalam Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta (BPCB Yogyakarta) ini. Semakin dekat kita akan melihan satu candi induk yang menghadap kearah Barat dengan ukuran 13,65 x 13,65 m dan tinggi keseluruhan 7,5 m. Selain itu juga terdapat 8 buah lingga patok yang tersebar sesuai arah mata angin dan ada juga 3 buah candi pendamping (pewara) persis di depan candi induk.

candi sambisari
Candi Pewara Selatan
Foto : Dokumen Pribadi

Candi Sambisari
Candi Pewara Tengah 
Foto : Dokumen Pribadi

Candi SAmbisari
Candi Pewara Utara
Foto : Dokumen Pribadi

Lingga Patok yang tersebar di seluruh penjuru mata angin
Foto : Dokumen Pribadi

Nah sobat jalan-jalan, ketika kalian menuju ke candi induk, kalian akan menaiki tangga dan akan menjumpai singa yang ada didalam mulut makara (hewan dalam mitologi Yunani). Selanjutnya dibagian dinding candi kalian akan melihat 3 relung yang masing-masing berisikan sebuah arca. Di sisi Utara kalian akan melihat arca Dewi Durga yang merupakan istri dari Dewa Syiwa dengan 8 tangan yang masing-masing menggenggam senjata.  Di sisi Timur terdapat arca Ganesha dan selanjutnya di sisi selatan terdapat arca Agastya dengan tasbih yang dikalaungkan dilerhernya. Abang juga sempat melihat ada bunga yang diletakan dibawah ketiga arca tersebut. 

candi sambisari
Penampakan bangunan candi induk dari pintu luar 
Foto : Dokumen Pribadi

Candi Sambisari
Arca Agastya dengan tasbih yang dikalungkan dilehernya
Foto : Dokumen Pribadi 

candi sambisari
Archa Dewi Durga dengan 8 tangan yang memegang senjata
Foto : Dokumen Pribadi

Archa Ganesha
Archa Ganesha
Foto : Dokumentasi Pribadi

Lanjut yaa sobat jalan-jalan, jika kalian masuk kedalam candi utama, kalian akan melihat lingga dan yoni yang ukurannya cukup besar. Lingga dan yoni ini menegaskan bahwa Candi Sambisari ini dipakai sebagai pemujaan Dewa Syiwa. Selanjutnya didepan candi induk terdapat tiga buah candi pewara, pewara tengah berukuran 5,90 x 4,80 m, pewara utara dan selatan masing-masing berukuran 4,80 x 4,80 m. Ketiga candi pewara tersebut tidak memiliki tubuh dan atap yang ada hanya kaki dan diatasnya terdapat pagar langka. Di candi pewara tengah dan utara, di tengah-tengah ruangan yang dikelilingi pagar langka terdapat padmasana. Sedangkan di candi pewara selatan tidak ditemukan lapik. 

candi sambisari
Penampakan Lingga Yoni di dalam Candi Sambisari
Foto : Dokumen Pribadi 

Rute Menuju Candi Sambisari

Candi sambisari
Candi Sambisari 
Foto : Dokumen Pribadi

Sesuai dengan namanya, Candi Sambisari ini berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Atau 14 km dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta,  3 km dari Bandara Adisucipto, dan 12 km dari Candi Prambanan. Dibawah ini abang kasih maps-nya yah, biar kalian lebih mudah untuk menuju lokasi ...



Sejauh ini belum ada transportasi umum yang sampai ke lokasi, tetapi kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi baik motor maupun mobil. Akses menuju sini pun sudah bagus dan sudah disediakan penunjuk arah mulai dari jalan utama sampai ke lokasi.


Jam Buka dan Harga Tiket Masuk (HTM)

Candi Sambisari
Infografis Data Pengunjung Candi Sambisari

Jam operasional Candi Sambisari mulai pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB. Untuk HTM-nya, Wisatwan Lokal (Wislok) : Rp. 5000,- dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) : Rp. 10.000,-. Best time berkunjung ke Candi Sambisari adalah 15.00 WIB – 17.00 WIB karena cuacanya sudah mulai adem dan kalian berkesempatan melihat sunset yang cantik. 

Candi Sambisari dari Segi Pariwisata

Candi Sambisari
Yakin sobat jalan-jalan nggak mau ke Candi Sambisari?

Selain sebagai cagar budaya yang harus di jaga dan dilestarikan, candi pun erat kaitanya dengan dunia pariwisata. Oleh karena itu aspek 3A sangat lah penting. Hal ini akan berpengaruh pada jumlah wisatawan yang berkunjung, lama kunjungan (length of stay) dan juga minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Aspek 3A meliputi Atraksi, Amenitas, dan Aksesbilitas.

Atraksi
Ada beberapa atraksi yang terdapat di Candi Sambisari diantaranya adalah sobat jalan-jalan bisa belajar sejarah dari bangunan-bangunan candi yang ada. Di bagian atas kawasan candi sudah dilengkap dengan jalan yang bagus untuk kalian yang mau jalan santai atau jogging. Selanjutnya yang tidak terlupakan adalah sebgai spot foto. Sobat jalan-jalan boleh banget kok foto di dengan background Candi Sambisari, tapi tidak menaiki atau merusak fasilitas yaah. 

Candi Sambisari
Sebagai objek untuk di teliti, salah satunya adalah dari relief pada dinding candi
Foto : Dokumen Pribadi

Candi Sambisari
Sudah di sediakan jalan yang dapat digunakan untuk jogging atau jalan santai
Foto : Dokumen Pribadi

Amenitas

Candi Sambisari
Salah satu fasilitas di Candi Sambisari adalah pendopo
Foto : Dokumen Pribadi 

Selanjutnya setelah atraksi dirasa cukup, maka aspek selanjutnya adalah amenitas atau fasillitas pendukung.  Di Candi Sambisari sudah tersedia lahan parkir yang cukup untuk menampung mobil dan motor wisatawan. Toilet dan Musolah pun sudah disediakan. Pengelola juga telah membuat beberapa pendopo untuk beristirahat dan jangan lupa juga untuk membuang sampah pada tempatnya yah, karena pihak pengelola sudah menyediakan tempat sampah di sejumlah titik. 

Sudah disediakan toilet juga loh sobat jalan-jalan
Foto : Dokumen Pribadi

Buanglah mantan sampah pada tempatnya yah
Foto : Dokumen Pribadi

Aksesbilitas

Sudah tersedia papan penujuk arah menuju Candi Sambisari
Foto : Dokumen Pribadi

Adanya atraksi dan amenitas tidak menjamin wisatawan banyak yang datang apabila akesebilitas menuju lokasi belum bagus.  Tapi tenang sobat jalan-jalan, menuju Candi Sambisari sangatlah mudah. Selain lokasi sudah terdaftar di Google Maps, papan penunjuk arah pun sudah banyak tersedia di sisi jalan utama hingga 100 m menuju Candi Sambisari. Di lokasi candi pun sudah di sediakan papan informasi terkait sejarah candi dan papan penunjuk arah.

 Sobat jalan-jalan, kalian mau kemana duluan nih? hihi
Foto : Dokumen Pribadi

Mau tau tentang sejarah Candi Sambisari ?
Foto : Dokumen Pribadi

Setelah semua aspek 3A sudah ada, untuk wisata yang berbasis cagar budaya, pengelola harus membatasi jumlah kunjungan setiap hari. Hal ini untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan candi akibat jumlah kunjungan yang tidak terkontrol.

Rekomendasi Tempat Wisata Terdekat dari Candi Sambisari

Soto Bathok Mbah Katro

Lezatnya Soto Bathok Mbah Katro
Foto : Dokumen Pribadi 

Berjarak kurang lebih 200 m dari Candi Sambisari, Soto Bathok Mbah Katro bisa menjadi alternatif wisata kuliner. Selain rasanya yang lezat dan harganya yang murah, Soto Bathok Mbah Katro ini juga terkenal dengan cara penyajianya menggunakan Batok (Tempurung Kelapa). Yakin nggak mau coba sobat jalan-jalan? 

Candi Prambanan

Kalian sudah pernah berkunjung ke Candi Prambanan?
Foto : Dokumen Pribadi 

Salah satu cagar budaya yang terkenal selanjutnya adalah Candi Prambanan. Berjarak kurang lebih 7 km dari Candi Sambisari, Candi Prambanan ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia loh sobat jalan-jalan.


Sunset terbaik di Yogyakarta? Ya Candi Ijo!
Foto : Dokumen Pribadi

Rekomendasi tempat wisata berikutnya adalah Candi Ijo. Candi yang berjarak 12 km dari Candi Sambisari ini bisa menjadi alternatif untuk sobat jalan-jalan yang ingin menikmati sunset terbaik dari ketinggian di Yogyakarta. 

Pesan untuk pengunjung Candi Sambisari

Candi Sambisari merupakan kawasan bebas asap rokok yaa sobat jalan-jalan
Foto : Dokumen Pribadi

Sobat jalan-jalan, ada beberapa tips nih dari abang untuk temen-temen yang akan berkunjung ke Candi Sambisari, di inget yah ...
1. Bersikap sopan dan santun lah selama berada di lingkungan candi. Jaga ucapan, tidak berpacaran dan juga tolong jangan “meludah” disembarang tempat. Ingat candi selain sebagai tempat bersejarah, candi adalah tempat suci untuk beribadah dan berdoa.
2. Jangan makan, minum, apalagi merokok di area candi dan selalu buang sampah pada tempat yang telah disediakan.
3. Jangan melalukan tindakan “vandalisme” di lingkungan candi. Contohnya adalah mencoret-coret bangunan candi.

 Dilarang memanjat pagar candi
Foto : Dokumen Pribadi

4. Jangan mengoperasikan drone tanpa izin  BPCB D.I. Yogyakarta
5. Jika sobat jalan-jalan melihat ada yang berdoa dimohon tidak menggangunya yah atau bersuara keras-keras. Hargai setiap perbedaan.
6. Jangan menaiki bangunan candi demi kepuasan foto semata yah sobat jalan-jalan. Foto lah di spot-spot yang memungkinkan yang tidak merusak apapun dari bangunan candi.

Selalu gosokan alas kaki kalian sebelum naik ke candi utama
Foto : Dokumen Pribadi

7. Jika sobat jalan-jalan ingin menaiki candi utama, usahakan selalu menggosokan alas kaki kalian di “keset” yang telah disediakan. Karena pasir yang terbawa di alas kaki dan bergesekan dengan bagian lantai candi yang lama kelaman dapat menyebabkan “kehausan” pada batu-batu candi. Selain itu, memastikan tidak ada kotoran (kotoran hewan) yang terinjak dan mengotori bagian candi. Karena sebagian candi digunakan untuk berdoa maka harus tetap suci. 
8. Jangan memindahkan batu atau bagian candi lainnya yang ada di kawasan candi ya sobat jalan-jalan.

Apapun yang kalian lihat jangan pernah untuk dipindahkan. Biarkan ditempatnya 
Foto : Dokumen Pribadi 

Cara Melestarikan Cagar Budaya
1. Sediakan guide yang berkompeten untuk membantu wisatawan mengerti tentang sejarah dari bangunan candi.
2. Selalu batasi jumlah pengunjung. Hal ini karena bangunan candi memiliki carrying capacity atau daya dukung lingkungan yang cukup terbatas. Pembatasan pengunjung adalah cara agar bangunan candi tetap utuh. Banyak pengunjung tidak memulu memiliki dampak yang positif tapi bisa saja bermakna negatif apabila tidak bisa menjaga lingkungan candi sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan. 
3. Ajak generasi millennial untuk turun langsung memperkenalkan potensi cagar budaya dengan cara mengunjungi dan memposting di media sosialnya masing-masing. Percaya atau tidak peranan Gerenasi Millennial saat ini sangatlah penting dalam menyebarkan informasi berbasis media sosial. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. 

Nggak ada yang ngelarang kok foto di candi, selagi kamu foto ditempat yang benar
Foto : Dokumen Pribadi

Ingat, apapun namannya, candi merupakan penginggalan bersejarah dan cagar budaya yang wajib kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai anak cucu kita hanya bisa mendengar cerita dan gambarnya saja di internet karena rusaknya bangunan cagar budaya. Rawat candi dan bangunan sejarah lainnya mulai dari diri sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Rawat atau Musnah!


Sumber :
Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
Balai Pelestari Cagar Budaya Yogyakarta (BPCB D.I.Y)

75 Comments

  1. Fixed, mupeng ke Candi Sambisari, Pul. Belum pernah ke sana dan panduannya lengkap banget termasuk wisata kuliner yang joss banget. Soto bathok, siapa yang bisa nahan? Hehe.... Lewat tulisan ini semoga anak-anak millenial dan generasi Z bisa turut merawat cagar budaya, salah satunya dengan mengunjungi situs bersejarah agar Indonesia maju tapi tak melupakan identitas masa lalu yang ternyata sangat kaya. Foto-fotonya mantap, Pul!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo mas Rudi terima kasih sudah mampir yah ... Wah hayuk main ke Yogyakarta mas, nanti aku aja main ke Candi Sambisari terus makan di Soto Bathok yang legendaris banget. hehe

      Iyah mas semoga yah. Karena selain sebagai cagar budaya, Candi Sambisari pun bisa menjadi objek wisata sejarah. Jadi pasti akan ada banyak pengunjung yang datang.

      Semoga tulisan ini bisa menjadi bermafaat yaa mas. aamiin :)

      Delete
  2. Waa. Lokasinya enak buat kumpul keluarga nih. Bisa dicoba ntar pas liburan ke sambisari. Sambil nunggu rumput lebih hijau lagi pasti tambah seger buat weekend atau liburan bareng keluarga. Thanks bang buat infonya. Lengkap, selengkap kamus bahasa inggris ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama yaa mas. Iyaah sekarang lagi musim kemarau jadi rumpur-rumputnya banyak yang mati :(

      Boleh banget mas ajak keluarganya, tapi tetap yaah jaga lingkungan cagar budaya biar tetap terawat :)

      Delete
  3. Aku suka ulasannya, mendalam sekali. Jadi tertarik mampir ke candinya kalo ke jogja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih yaa mbak, iyaah hayuuk main ke Jogja hehe

      Delete
  4. Hmmm Candi Sambisari bikin aku mupeng. Masuk wislist ahhh...Next insya allah bakal kesini. Ceritanya tentang candi ini menarik banget. Apalagi akses buat kesini mudah ya dan bnyk petunjuk hingga 100 m sbelum lokasi. Pengen coba juga soto bathok, wuidiihhhh ...pasti yummy ya mas. Nabong ahhh....������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kak mampir sini. Hehe
      Sekarang udah ada dong penunjuk arahnya sampek 100m menuju candi. Hehe

      Sotonya sueger banget loh mbak, makanyaa abis dari candi terus makan siang disini hehe

      Delete
  5. Muridku sering banget pada mampir ke candi ini, soalnya deket dari rumah mereka n tiket masuknya pun murah banget. Cuma ya mereka kesana buat foto2 aja, pas ak tanyain sejarah candi ini pada gak tau. Moga aja abis baca tulisan ini jadi lebih paham kekayaan budaya daerahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyaa mas emang kebanyakan kesini untuk foto-foto aja tanpa tau sejarahnyaa apa hehe.

      Aamiin mas semoga artikelnya bisa bermanfaat untuk banyak orang πŸ˜‡

      Delete
  6. Jadi inget foto2 anak anakku mainan pasir di sambisari.. sukses ya Ipul. Lengkap banget iki infonya. Aku malah enak baca postingan kamu ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kawasan inti candi bepasir mbak jadi anak-anak mungkin suka main disini heehe.

      Wah alhamdulillah kalo membantu mbak πŸ˜‡

      Delete
  7. Jadi pengen jalan2 ke candiiiii, ah bang ipul bikin mufeng!!!

    ReplyDelete
  8. Wahhhh sangat informatif dan bermanfaat sekali πŸ‘

    ReplyDelete
  9. Indonesia kaya dg cagar budaya, ini yang harus diangkat bisa msnjadi identitas bangsa.
    Seneng kalau pergi ke candi, jadi paham dulu bangsa ini besar dan hebat.
    Tugas kita, mengisi hari ini dg lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget kak, Indonesia itu kaya banget sama Cagar Alam dan Cagar Budaya. Jadi tugas kita bersama juga untuk melestarikanya sampek anak cucu nanti πŸ˜‡

      Semangat kak, aku juga suka banget main ke situ-situs dan cagar budaya biar makin tau sejarah bangsan iniπŸ˜‡

      Delete
  10. Pas banget lagi cari tau tentang Candi Sambisari eh masuk ke blog ini.

    Mas ini pembahasanya lengkap banget sampek direkomendasikan tempat wisata disekitarnya dan ada disinggung juga tentang etika di Candi Sambisari. Penting banget biar pengunjung tuh tau nggak asal main ke Candi.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alhamdulillah kak kalo bisa bermanfaat πŸ˜‡
      Iyaah dong kak, biar abis dari candi kaka juga bisa mengunjungi tempat-tempat lainnya. Hehe

      Iyaah kak terkadang kita lupa kalo bahas sebuah destinasi hanya asik mengajak orang-orang untuk berkunjung tapi nggak mikir bahwa setiap tempat memiliki daya dukung masing-masing. Apalagi cagar budaya yang harus kita lestarikan!

      Delete
  11. di sini bagus banget buat fotoo. foto sunsetnya juga memanjakan mata banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah betul banget mas kalo pas cerah sunsetnya cantik ~

      Delete
  12. Wahh ternyata cagar budaya di Indonesia banyak banget ya bang. Artikel nya sangat informatif πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah ada banyak banget kak. Terima kasih banyak semoga bermanfaat yah ^^

      Delete
  13. Harus di agendakan nih liburan ke Candi Sambisari 😍

    ReplyDelete
  14. Rinduuuuuuu. Sebenernya bukan rindu ke Sambisari. Tapi rindu Soto Batok Mbah Katro yang sekali makan bisa sampe 2 batok. Hahahaha. Satu? Mana cukuuuppp. Hahahaha.

    Tapi makasih banget ya Baaannggg ini informasinya sumpah super super lengkap dan bikin aku pengen main kesana. Mudah-mudahan pas ke Jogja bisa ya ke Sambisari menikmati Sunset yang cantik. ������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyaah banyak yang nggak tau candinya tapi tau Soto Batok Mbah Katro. Eh pas lewat liat candi deh hehe.

      Alhamdulillah semoga bermanfaat yaa mbak, hayuk sini ke Jogja nanti diajak makan di Soto Bathok dan kunjungan ke Candi Sambisari yuuk ~

      Delete
  15. wow sangat lengkap dan komprehensippp! Beberapa kali saya ke jogja, gak pernah tahu candi sambisari :D boleh nih masuk ke daftar kunjungan bila nanti ke jogja. Makasi yak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih juga kak semoga membantu dalam mencari referensi tempat wisata sekaligus cagar budaya di Jogja yah hehe.

      Delete
  16. Waah aku baru tau candi ini pas baca ini loh mas. Emang cagar budaya perlu dilestarikan termasuk menuliskannya seperti ini. Jadi yg gak tau jadi tau ya mas.Dekat nih dari Magelang rumah nenek

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah serius kak baru tau? hehe iyaah lokasinya emang nggak terlalu jauh dari Magelang kak, Candi Borobudur juga.

      Iyaah dengan berbagi cerita membuat orang lain yang belum tau menjadi tau. Semoga bermanfaat kak :)

      Delete
  17. Dulu waktu masih tinggal di Jogja sering mondar-mandir di area sini cuma belum pernah mampir ke Sambisari.. ternyata candinya cantik dan menarik ya. Saya pernahnya mampir ke Candi Ijo dan Prambanan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iyaah pasti banyak taunya hanya Candi Ijo dan Candi Prambanan, padahal ada juga Candi Sambisari yang cantik karena adanya dibawah hehe

      Delete
  18. Enak banget, kalo jalan Dan fasilitasnya udah bagus gituuu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kak alhamdulillah aksesbilitas menuju Candi Sambisari udah bagus jadi jangan khawatir yaah hehe

      Delete
  19. Ini candi Sambisari yang waktu itu kita lewatin pas mau makan di soto bathok ya? Sayangnya waktu itu aku ga mampir yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyaa num waktu itu kita makan Soto Bathoknya aja nggak mampir ke candinyaa hehe. Hayuk ke Jogja lagi biar bisa ke Candi Sambisari hehe

      Delete
  20. Menurut Bang Ipul, kehadiran candi-candi (bukan hanya Sambisari) sudah memberikan dampak yang signifikan nggak sih untuk masyarakat di sekitarnya?

    Karena kalau berkaca dari Borobudur, rasanya kesejahteraan warga desa sekitar itu agak kurang, padahal kunjungan ke Borobudur itu lumayan banyak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Abang Darius, pertanyaanya keren nih hehe. Ini jawaban menurut aku yah bang, sebenernya candi-candi atau situs sejarah itu udah ada dari zaman dulu cuma ada yang udah ditemukan ada yang belum dan ada yang sudah di pugar atau dibiarkan begitu saja (Cadi misalnya, mungkin ada banyak bagian yang hilang dan tidak bisa dipugar).

      Sebenernya walapun candi atau situs sejarah menjadi bagian dari pariwisata (wisata sejarah) tapi tidak melulu bisa memberikan dampak yang signifikan apalagi dari segi ekonomi untuk masyarakatnya. Pertama : Candi/Situs Sejarah harus selalu mementingkan "Carying Capacity". Dimana harus ada pembatasan pengunjung setiap harinya. Hal ini agar Candi/Situs tidak rusak akibat banyaknya pengunjung. Kedua, mungkin sebagian besar orang yang datang ke candi tidak untuk mempelajari sejarah melainkan hanya foto saja jadi setelah mereka foto mereka langsung pergi (tidak menginap). Hal itu berpengaruh pada homestay yang akhirnya jarang digunakan untuk menginap.

      Aku ambil Borobudur yaa bang sebagai salah satu Kawasan Pariwisata Prioritas di Indonesia. Secara keseluruhan mungkin belum bisa dibilang sejahtera warganya tetapi sekarang ini Borobudur bersama TWC (ada beberapa pengelola lagi tapi aku lupa hehe) dan BUMN sudah banyak membuat Balai Ekonomi Desa (Balkondes) dari kecamatan dan desa-desa yang ada di dalamnya. Sekitar ada 20 balkondes yang bekerjasama dengan BUMN-BUMN dan sasaranya adalah kesejahtera masyarakatnya.

      Balkondes ini sebenernya akan berpengaruh positif (menguntungkan) apabila di kelola dengan benar oleh Desa - Bumdes - Pokdarwis. Tentunya dengan kolaborasi paket-paket wisata yang ada disetiap desanya.

      Will see bang, apapkah adanya Balkondes ini bisa memberikan kesejahteraan untuk masyarakatnya. Setidaknya penyerapan tenaga kerja lokal di masing-masing desa yang memiliki Balkondes yang lokasinya dekat dengan Kawasan Pariwisata Prioritas (Candi Borobudur). CMIIW bang :)

      Delete
  21. Wah, saya ke candi Sambisari sekitar 3 tahun yang lalu (kalau gak salah). Iya, candinya cantik banget. Kalau dari luas areal, nggak terlalu luas lah ya. Tapi keindahan dan penataan arealnya oke banget. Seperti candi di tengah taman gitu. Sayangnya waktu itu saya belum sempat mencoba soto bathok. Kayaknya kapan-kapan harus ke sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyaah kak, candinya diantara taman-taman gitu hehe
      Wah emang perlu balik lagi ke Candi Sambisari terus nyobain Soto Bathoknya deh hehe

      Delete
  22. KOk gemes ya. Aku tuh selalu merasa takjub dengan orang2 jaman dulu yang bisa membangun candi. COba deh banyak banget kan candi2 di Indonesia yang bangunananya megah banget. Kayak Borobudur dan Prambanan. Klo dipikirin sekarang. Dengan apa coba mereka membuatnya. Masya Allah
    Dan ini lagi, Candi Sambisari. Pul, klo aku ke Jogja, ajakin ke sini ya.. penasaran euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah yaa kak kalo dipikir-pikir mereka sangat kretif yah sampai bisa membuat bangunan-bangunan yang bernilai sejarah. Wah boleh banget dong, sini main ke Jogja kak hihi

      Delete
  23. Nourma Fitria Sabila20 November 2019 at 07:10

    Mantap bang! Jadi pengen kesana lagi belum tau kondisi yg sekarang. Fyi aku pernah bikin film promosi pariwisata disitu kerjasama sama bpps sleman lhoo ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk kapan-kapan kesana lagi terus bikin film lagi deh hehe

      Delete
  24. Ipul, aku belum pernah ke Candi Sambisari nih. Ajakin lah ke sana,, sekalian kamu jadi guide yg ngerti banget soal Candi Sambisari.
    Trus makannya di soto bathok yaaaa.

    ReplyDelete
  25. Aku punya rencana ke jogja nih akhir tahun ini, wah aku baru tau nih tentang candi sambisari. Info nya juga lengkap banget, thanks banget ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jangan lupa mampir kesini yaa kak hehe. Terima kasih kak btw, semoga bermanfaat yah infonya hehe

      Delete
  26. Lengkap sekali tulisannya. Aku jadi tahu banyak tentang Candi Sambisari dari sini
    Kalau aku ke Jogja, ajak aku berkunjung ke sini ya
    Selalu saja takjub sama candi-candi di Indonesia
    Luar biasa lho orang dulu membangunnya
    Gak kebayang dulu seperti apa prosesnya

    Btw, foto-fotonya baguuuus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kak sebelumnnya semoga sedikit membantu memberikan sedikit informasi tentang cagar budaya yang ada di Yogyakarta :)

      Iyaah yaa kak, aku suka takjub kalo liat bangunan-bangunan bersejarah kayak candi gini.

      Delete
  27. Indonesia emang banyak banget Cagar Budayanya, apalagi di Sleman ini. Tinggal gimana kita menjaga dan merawatnya. Btw soto bathoknya kayaknya enak bgt, jadi bikin ngiler bang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget bang tinggal bagaimana kita sebagai generasi penerus menjaga dan merawatnyaa yah :)

      Huaa udah pernah nyobain yaa bang? Iyaah aslik emang bikin nagih hehe

      Delete
  28. Wah..cakep juga ya Candi Sambisari ini. Gak terlalu jauh dari Kota Jogja..tapi aku blm pernah ke sini. Ok..langsung dicatat ah.. TFS ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kak cakep apalagi pas nanti musim penghujan, rumput-rumputnya pasti lebih hijau hihi

      Delete
  29. Lengkap amat sih tulisan lu, Pul. Gak banyak lho yang betah nulis panjang-panjang buat artikel budaya dan sejarah kayak gini. Aku pernah ke sini sama bang Citra Rahman, niatnya mau ke Soto Bathok tapi malah tutup haha. Ke Candi Ijo juga pernah, dan lebih suka sama Candi Ijo karena bisa dapet sunset majestic dan view dari ketinggian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo lengkap bang, kan sharing jadi harus ketutup semua ceritanya disini hehe.

      Wah tutup yaa bang? Berarti lu emang harus balik lagi ke Jogja biar bisa ngerasain Soto Bathoknyaa hihi

      Delete
  30. aku belum pernah neh ke candi sambisari bang ipul. Tulisannya lengkap banget neh, jadi makin tertarik buat wisata cagar budaya di tanah air

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk kak mai ke Jogja terus jangan lupa mampir ke Candi Sambisarinya yaah hehe

      Delete
  31. Baaangg, foto yang terakhir kece.

    Oh ya, karena ada bunga, Candi Sambisari ini masih dijadikan tempat ibadah juga kah?

    Dan, ok, baiklah, kenapa Abang rekomen makanan yang bikin lapar lagi padahal aku bacanya sehabis sarapan begini? Hiks. Kangen ke Jogja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAhah terima kasih kak,
      Beribadah secara masal sih belum kak, setau aku candi ini belum di sucikan (setau aku yah) jadi mungkin kalo berdoa perorang ada.

      hehe iyaa kak kalo ke Candi Sambisari jangan lupa ke Soto Bathoknyaa yah hehe

      Delete
  32. detail sekali infonya Pul. jadi kepengen kesono. kebetulan belum pernah. banyak spot foto cantik juga tampaknya

    ReplyDelete
  33. Lama banget sampai 21 tahun. Tetapi, memang gak boleh asal-asalan. Karena biasanya suka ada jalan ceritanya kalau di candi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kak, karena harus mengumpulkan bagian-bagian lainnya agar bisa jadi utuh :)

      Delete
  34. Gatel saya melihat papan poster berisi sejarah Candi Sambisari yang terpancang di sana. Kepingin menulis posternya ulang supaya layout-nya lebih nyaman dibaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah iyaa yaah kak agak tumpang tindih. Hayuk kak bantu untuk redesign papan informasinya biar lebih komunikatif hehe

      Delete
  35. Belum pernah mampir kesini euy.. tapi seneng liat banyak peninggalan sejarah di Indonesia yang terawat dan menjadi obyek wisata yang diminati. Semoga semakin lestari..

    dianesuryaman dot com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk kak kalo mampir Jogja jangan lupa mampir ke Candi Sambisari juga yaah hehe

      Delete
  36. Perasaan pelajaran sejarah saya tentang candi-candi sudah tamat dan memuaskan dengan nilai 9 atau 10 haha. Ternyata masih ada lagi candi yang belum saya dengar dan bahkan baru tahu hari ini. Candi Sambisari. Pantas saja ya karena baru ditemukan tahun-tahun belakangan. Btw, yang paling ingin saya bayangkan adalah andai di suatu tempat ditemukan lagi prasasti atau candi yang makin membuka rahasia sejarah nenek moyang kita dahulu, pasti seru banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaah kak, mungkin kebanyakan yang dibahasa adalah candi-candi besar aja jadi yang kecil belum sempat dibahas hehe. Nah ini salah satu bagian kita nih kak buat ngebahas biar makin banyak yang tau hehe

      Delete
  37. Bener ya, harus sediakan guide. Soalnya penting banget, biar wisatanya gk cuma jalan2 biasa, tapi juga jadi tau sejarah & budaya nya. Btw, ditemukan oleh petani tahun 1966 ya maksudnya? Bukan 1996? ��

    ReplyDelete