Webinar Nasional: Pemilihan Nutrisi untuk Anak, Cara Tingkatkan Imun di Tengah Lonjakan Covid-19

Webinar Nasional: Pemilihan Nutrisi untuk Anak, Cara Tingkatkan Imun di Tengah Lonjakan Covid-19

Hallo sobat jalan-jalan, apa kabar kalian? Semoga dalam keadaan sehat selalu yaa. Aamiin. Di masa pandemi yang semakin mencemaskan ini tentunya membuat kita harus semakin lebih berhati-hati lagi dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting. Hal ini tentunya untuk mengurangi resiko terpapar Virus Covid-19 didiri kita dan keluarga di rumah.

Virus Corona - PIRO4D
Virus Corona 
Foto oleh PIRO4D dari Pixabay

Apa lagi yang kita tau nih sobat jalan-jalan, menurut Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, berdasarkan statistik yang disampaikan World Health Organization (WHO), kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tertinggi se-Asia Pasifik. Adapun data per 1 Juli 2021 kira-kira kasus kematian anak usia 0-18 tahun mencapai 1,2%. Nah semakin membahayakan yah Covid-19 ini sudah menyerang anak-anak. Penyebabnya adalah selain riwayat komorbid pada anak, kecukupan gizi anak juga turut mempengaruhi.

Beruntung kemarin abang dapet kesempatan untuk ikutan Webinar Nasional: Pemilihan Nutrisi untuk Anak, Cara Tingkatkan Imun di Tengah Lonjakan Covid-19 bersama YAICI dan PP Muslimat NU. Ilmu yang penting banget buat para orang tua dan calon orang tua seperti abang tentang kebutuhan gizi anak.

Ingat, Kental Manis Bukan Susu!

Kental Manis Bukan Susu

Berdasarkan Analisis data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI), 29,7 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 77 juta jiwa sudah mengonsumsi GGL melebihi rekomendasi WHO: gula (>50 gram/hari), garam (>5 gram/hari), dan lemak (>67 gram/hari). Hal ini yang memperburuk persoalan kesehatan di Indonesia.  Pada usia yang lebih dini, konsumsi gula berlebih pada anak terlihat dengan masih banyak orang tua yang memberikan kental manis pada balitanya sebagai pengganti ASI. Padahal produk kental manis mengandung gula lebih dari 50% dan merupakan jenis susu yang peruntukan bukan sebagai minuman harian anak, melainkan bahan tambahan makanan dan minuman.

Baca Juga: Keren! Akhirnya Bekasi Punya Museum Digital

Salah satu bentuk rendahnya literasi di Indonesia adalah dengan menganggap kental manis adalah susu dan dapat dikonsumsi oleh balita. Nyatanya, kental manis bukan susu dan tidak dapat dikonsumsi oleh balita. Harusnya kental manis digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan (topping). Jika kita jeli melihat informasi pada kemasan kental manis, terlihat bahwa 1 sachet kental manis hanya mengandung 1 gram protein dan 20 gram gula. Sedangkan yang kita tahu bahwa protein merupakan zat yang sangat dibutuhkan anak dalam jumlah yang banyak setiap harinya, sebaliknya, gula adalah zat yang seharusnya tidak dikonsumsi dalam jumlah yang banyak oleh anak-anak. Maka, kental manis sangat tidak dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak.

Tahapan nutrisi di 1000 hari pertama

Seperti yang kita tahu bersama ya sobat jalan-jalan, untuk anak usia 0-6 bulan, berikan ASI ekslusif, karena zat gizi yang dibutuhakn anak usia 0-6 bulan pertama tersebut, ada pada ASI. Setelah enam bulan, makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi hal yang penting. Selain itu,  organisasi kesehatan dunia (WHO) juga menganjurkan anak dapat diberikan susu tambahan karena mengandung banyak zat gizi dan mikronutrient yang diperlukan dalam tumbuh kembang anak seperti fosfor dan kalsium. Namun, yang perlu diingat adalah tidak semua susu baik untuk dikonsumsi anak.

Tahapan mpasi

Salah satu jenis produk susu yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak terutama bayi dan balita adalah susu kental manis. Kental manis sebetulnya bukan susu, dilihat dari tabel kandungan gizi, kental manis memiliki kandungan karbohidrat paling tinggi yaitu 55% per 100 gram, sehingga tidak dianjurkan untuk balita.

Lengkapi Nutrisi Anak

Sumber nutrisi pada makanan

Sebagai orang tua dan calon orang tua harus sudah paham nutrisi apa aja yang harus ada pada tubuh anak karena nutrisi memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Tentunya status nutrisi yang baik akan mendukung imunitas optimal anak juga loh. Nah pemberian makan yang lengkap, seimbang dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, aktivitas fisik dan tidur yang cukup juga berperan penting dalam imunitas anak. Jadi mulai sekarang harus selektif lagi dalam memilih makanan untuk anak yaah bund~

0 Comments