Pesona Pantai Papuma yang Bikin Gagal Move On

Travellovers masih dalam agenda Sueger Fam Trip 2019 nih, kali ini abang diajak ke salah satu pantai terbaik yang ada di Kabupaten Jember nih. Pasti buat temen-temen yang udah baca artikel abang sebelumnya udah tau dong, pantai mana yang abang kunjungi. Iyaakan?

Eits tenang, buat travellovers yang belum baca artikel abang bisa langsung klik link dibawah ini yah :

Sueger Fam Trip 2019 : Menyusuri Jember Bersama Blogger Nusantara

Buruan dibaca jangan sampai kehabisan. Duh udah kek undian berhadiah bang wkwk






A post shared by ᔕYᗩIᖴᑌᒪ ᗷᔕ (@ipulsoedibjoe) on

Nah back to topic yaa genks, pantai yang abang akan ceritain ini masih masuk kedalam destinasi yang dikunjungi di Sueger Fam Trip 2019 dan pasti untuk temen-temen yang “doyan bejalan” udah tau pantai apa yang abang maksud. Eng ing eng, yaps bener banget, namanya adalah Pantai Pasir Putih Malikan (Pantai Papuma). 

Lokasi
Cantiknya Pantai Papuma yang Bikin Gagal Move On
Pantai Pasir Putih Malikan atau sering disebut Pantai Papuma ini beralamatkan di Jl. Tanjung Papuma, Area Kebun, Lojejer, Wuluhan, Kabupaten Jember atau sekitar 40 km dari Stasiun Jember. Sekitar 1 jam 15 menit jika kalian menggunaka kendaraan seperti mobil atau motor, itu pun jika tidak macet yah travellovers.

Terus gimana bang kalo dari Jakarta?
Waduh dari Jakarta? Baik abang jelasin yah. Kemaren abang dari Jakarta ke Jember menggunakan kereta api, dan sama-sama kita tau yah dari Jakarta ke Jember itu nggak ada kereta langsung jadi abang harus transit dulu di Surabaya.

Nah ada yang menarik nih di perjalanan kemarin, abangkan berangkat bareng dengan temen-temen blogger dari Stasiun Pasar Senen. Kita naik KA Kertajaya Premium Jakarta Pasar Senen – Stasiun Pasar Turi Surabaya kurang lebih 12 jam perjalanan, dilanjut naik grab menuju ke Stasiun Gubeng Lama Surabaya, karena naik KA Ekonomi Probowanginya dari Stasiun Gubeng Lama menuju ke Stasiun Jember, kurang lebih 5 jam perjalanan.

Kurang lebih 18 jam kita ada di kereta, udah bisa dibayangkan dong gimana lepeknya, pegelnya, kita di gerebong besi. Hahah. Jadi itu salah satu alternatif yang bisa kalian gunakan ketika mau ke Jember dari Jakarta.
Pesona Pantai Papuma yang Bikin Gagal Move On
Nah, untuk travellovers yang udah di Jember, abang saranin kalau mau ke Pantai Papuma menggunakan kendaraan pribadi yah. Bisa menggunakan motor atau mobil. Untuk angkutan umum dari Stasiun Jember ke Pantai Papuma sepengamatan abang dan sempet tanya juga nggak ada. Tenang di Jember udah banyak kok penyewaan motor atau mobil khususnya di pusat kota. 

Harga Tiket Masuk (HTM)
Travellovers yang mau ke Pantai Papuma ini abang kasih tau yah Harga Tiket Masuk (HTM) Pantai Papuma berdasarkan Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Ecoturism, Divisi Regional Jawa Timur :

Harga Tiket Masuk (HTM) Pantai Papuma
Hari Biasa (Weekday) : Rp. 15.000,-
Hari Libur, Sabtu & Minggu (Weekend) : Rp. 20.000,-
Wisman : Rp. 30.000,-
Parkir & Kemping
Roda 2 : Rp. 2000,-
Roda 4 : Rp. 5000,-
Roda 6 : Rp. 10.000,-
Kemping : Rp. 5.000,-

Nah itu dia Harga Tiket Masuk (HTM) Pantai Papuma ya travellovers, kalau kalian mau menikmati sunset yang cantik dan pemandangan Pantai Papuma dari ketinggian, kalian bisa membeli tiket terusan seharga Rp. 10.000/orang di loket yang telah di sediakan. Karena lokasi tersebut berada di Bukit Siti Inggil.  

Menikmati Sunset Hingga Melihat Aktivitas Nelayan
Pesona Pantai Papuma yang Bikin Gagal Move On
Selain pantainya yang cantik dengan hamparan pasir putih yang mengkilat terkena cahaya mentari, Pantai Papuma juga  tempat yang cocok untuk menikmati sunset. Menikmati indahnya langit-langit yang mulai menguning terkena pantulan mentari yang mulai malu-malu mendekati peraduannya.

Sayang, iyah sayang! Kali ini abang belum seberuntung yang lain, dapat menikmati dan menenangkan diri bersama kuningnya sunset di Pantai Papuma. Entah apa yang dirasa, langit sore ini sepertinya sedang murung tapi dia tak menangis. Sudah lah, sepertinya abang memang harus balik lagi untuk melihat sunset disini! Fiuh ...

Keesokan harinya ...
Suasana subuh di Pantai Papuma, tidak setenang yang abang pikirkan. Iyalah bang namanya juga di pantai bukan di gunung wkwk, dimana saat subuh datang orang-orang mulai sibuk mondar-mandir membawa hasil tangkapanya. Yaps para nelayan mulai sibuk membongkar hasil tangkapanya.

Sengaja abang bangun subuh, selain awalnya ingin melihat sunrise, abang pun ini melihat langsung aktivitas nelayan di pagi hari. Sayang juga kan kalo main ke pantai nggak bangun pagi-pagi hehe. Untuk rencana abang yang pertama yaitu melihat sunrise, abang gagal lagi. Ternyata nggak cuma hubungan aja yang gagal dipertahankan, melihat surise pun bisa gagal. Kadang hidup semiris itu yah

Kenapa gagal? Karena Pantai Papuma memang bukan tempat yang cocok untuk melihat sunrise. Hal itu disebabkan karena Pantai Papuma berada diantara perbukitan dan salah satu perbukitanya ada di sebelah timur. Jadi jangan berharap kalian bisa melihat sunrise yah. Mending liat abang deh wkwk
Makan Ikan Bakar di Pantai Papuma
Tapi, jangan khawatir ketika kalian terlanjur bangun pagi. Segeralah berjalan menuju bibir pantai dan lihatlah pemandangan yang tidak kalian temukan diperkotaan yaitu aktivitas nelayan yang baru pulang berlayar dan membongkar hasil tangkapan.  

Betapa sibuknya mereka mondar mandir menurunkan hasil tangkapan, mengumpulkanya untuk dijual kepasar atau ada yang membelinya langsung di pantai.

Ohiya pas banget juga, pas kesini merupakan bulan-bulanya panen ikan. Jadi hasil tangkapannya juga banyak. Kata para nelayan, bulan Juni sampai ke September merupakan bulannya panen ikan. Serukan!

Jenis ikannya pun bervariasi loh travllover, mulai dari Ikan Pindang, Ikan Benggol Perka, Ikan Layang Perka, Cumi-cumi, Tonggkol dan masih banyak yang lainnya. Nah biasanya nih para nelayan akan berangkat melayar pukul 18.00 WIB atau selepas Magrib dan mereka akan pulang pukul 02.00 WIB dini hari. Yaa sampai-sampai Subuh lah yaa.

Selain itu, beruntungnya abang bisa nyobain langsung ikan yang baru ditangkap dan dibakar oleh para nelayannya. Rezeki mana lagi yang engkau dustakan anak muda. Haha, gpp deh nggak liat sunrise tapi bisa liat dan ngicipin langsung ikan bakarnya hehe. Nyam!

Penginapan di Pantai Papuma
Pesona Pantai Papuma yang Bikin Gagal Move On
Ada banyak cara untuk bermalam di Pantai Papuma, mulai dari membuat tenda sampai dengan memilih resort yang berada di sekitaran Pantai Papuma. Nah, kalau abang kemaren memilih bermalam di Foresta Resort Tanjung Papuma.

Foresta Resort Tanjung Papuma ini merupakan resort yang paling dekat lokasinya dengan Pantai Papuma. Tinggal melangkah aja kita sudah sampai di bibir pantai. Jadi nggak perlu jalan jauh-jauh. Pilihan kamarnya pun banyak, ada yang kecil sampai yang besar dan tentunya dengan tawaran harga yang menarik yah travellovers.

Selain itu, suasananya pun masih sangat asri. Karena resort ini tepat berada di lebatnya pepohonan. Dan jangan kaget yah, karena disini kalian masih bisa melihat kawanan monyet yang bergantungan dari satu pohon ke pohon lainnya. Benerkan masih asri haaha 
Forest Resort Pantai Pappuma
Wih nggak cukup sampai disitu aja dong travellovers, abang juga berkesempatan makan malam dan sarapan di Foresta Resort Tanjung Papuma. Nyam ... menu-menunya itu loh sea food yang bikin nambah terus wkwk. Btw, abang laper apa doyan ini? 

Yuhuuu ... itu sedikit cerita abang tentang pantai cantik yang sampek saat ini abang belum bisa move on, Pantai Papuma. Jangan lupa masukan Pantai Papuma kedalam list traveling kalian yah kalau mampir ke Kabupaten Jember yah travellovers. See you next trip guys ...